Masa depan bangsa tergantung pada kemampuan menerapkan literasi digital. 

Internet telah dikonsep sedemikian rupa sehingga menjadi forum kebebasan berbicara dengan potensi yang hampir tak terbatas bagi setiap individu sebagai sarana 'mengekspresikan identitas mereka dan menerima ekspresi identitas mereka sendiri dari orang lain. Sebagai pengguna media digital, kita harus bisa melawan berita bohong dengan memverifikasi informasi dari sumber yang valid. 

Caranya adalah dengan dapat mengakses laman resmi media mainstream yang telah melalui proses pengecekan fakta berita. Selain itu, kita juga perlu memahami makna dari informasi yang kita terima dengan memilih dan mengidentifikasi informasi yang kita terima. Sebaiknya jangan hanya menyebarkan pesan tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi kebenarannya. Sayangnya, pada kenyataannya hal ini masih sering dilakukan oleh pengguna media digital. Iat Digital Literacy (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menyelenggarakan webinar bertajuk “Memahami Batasan Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”.

 Forum tersebut mempertemukan Bonny Prasetia Ajisakti (direktur program kelompok Swaragama dan sekretaris jenderal Forum Diskusi Radio Indonesia), Mikhail Gorbachev Dom (peneliti Institut Humor Indonesia saat ini), Eva Yayu Rahayu (konsultan sumber daya Human Resources, Financial Penasihat dan IAPA), Andrea Abdul Rahman Azzqy, S.Kom., M.Si., M.Si. (Han) (Dosen Universitas Budi Luhur Jakarta), dan Dr. Stephanie Cecillia, M.Ikom.

 (Puteri Indonesia DKI Jakarta 1) 2020. Dalam paparannya, Andrea Abdul Rahman Azzqy, S.Kom., M.Si., M.Si. (Han) menyampaikan informasi penting bahwa “Internet memang merupakan sarana untuk mencapai kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi, namun perlu ditegaskan bahwa kebebasan berpendapat atau kebebasan berekspresi tanpa media tidak pernah bebas tanpa batas dan tanpa etika.

 Kebebasan berekspresi dibatasi oleh hak orang lain untuk diperlakukan secara adil dan setara, hak setiap orang untuk menemukan ruang publik yang beradab dan menenteramkan. Ungkapan aman di dunia digital mencerminkan konsekuensi dan risikonya. atau subjek yang berbeda. memiliki sikap dan budi pekerti yang luhur serta terus mengasah kemampuan berkomunikasi.

Drg Stephanie Cecillia, M.Ikom., Selaku Key Opinion Leader Resources, juga menyampaikan bahwa ke depan kita sudah akan menghadapi ekonomi digital dll. keterampilan digital, sehingga sangat diperlukan keterampilan digital yang baik. Ruang digital memiliki pasang surut, tergantung pada bagaimana Anda meningkatkan mindset berkembang. Jika kita kompeten secara numerik, kita dapat mentransfer energi kita ke hal-hal positif, tergantung pada bidang kita masing-masing.

 Jika digital skill ini bisa diterapkan, maka dipastikan Indonesia akan semakin maju ke depan. Masa depan bangsa sangat bergantung pada masyarakat digital kita. Beliau juga mengingatkan bahwa ketika kita ingin menyampaikan informasi, kita harus saling menghormati karena kita juga ingin dihormati oleh orang lain.Kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat dari usia, tapi tergantung seberapa baik kita bisa menjaga sikap di internet. 

Peserta yang hadir juga diajak untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Salah satu peserta yang bernama Krisna Tri Atmaja mengajukan pertanyaan “Apa saran kita sebagai generasi muda untuk mendidik masyarakat? Siapa yang lebih tua yang baru mengenal dunia digital dengan bahasa atau presentasi yang sopan? Mikhail Gorbachev Dom dia menjawab dengan sederhana menuju pertanyaan ini, bahwa “Saat ini tidak hanya anak-anak tetapi juga orang tua harus mulai berbicara secara digital, terutama mereka yang paling dekat dengan kita ketika berhadapan dengan orang tuanya, terutama jika mereka terbukti menyebarkan hoaks; Kami mencoba memverifikasi dan kemudian katakan yang sebenarnya, lalu biarkan mereka membaca dan memutuskan apakah informasi yang disebarluaskan itu salah.

 Jangan memaksakan dan jangan menghakimi, tapi berikan informasi yang benar. Satu-satunya kekurangannya adalah kurangnya literasi digital, dan kita bisa memperbaikinya dengan memberikan informasi komparatif.

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi digital di kota jakarta timur. Kegiatan ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami dunia literasi digital. Untuk itu, penyelenggara webinar agenda selanjutnya membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi seluruh anak bangsa untuk mengikuti webinar ini melalui akun Instagram @cybercreation.dkibanten. Juga bagi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Gerakan Nasional Literasi Digital.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Agan Rudy
baru saja membeli Akun Twitter Lawas 1 hour ago   Completed by Toko Anda