Rizieq Shihab Minta Simpatisan & Ulama Boikot Fadil Imran & Dudung Abdurachman pada Acara Apapun Rizieq Shihab pada Polda Metro Jaya dalam Sabtu (12/12/2020), 

JAKARTA - Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) melayangkan boikot pada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran & Pangkostrad Letjen Tentara Nasional Indonesia Dudung Abdurachman.

 Rizieq pada seruannya meminta pada para simpatisan dan ulama buat nir mengundang keduanya dalam setiap program apapun. Hal itu diketahui menurut unggahan risalah yg disebarkan kuasa aturan Rizieq Shihab, Aziz Yanuar melalui update-an pelaksanaan WhatsApp.

 "Jangan undang Fadil Imran & Dudung pada program apapun bila terdapat program dihadiri Fadil & Dudung maka bubar saja…!! Tinggalkan…!!," tulis seruan Rizieq pada flyer tadi. 

Dalam seruan itu Fadil Imran & mantan Pangdam Jaya Dudung Abdurachman dievaluasi turut dan pada peristiwa dugaan penghilangan nyawa pada luar aturan alias unlawful killing, dalam Desember 2020. xxx Pada peristiwa itu sendiri, diketahui setidaknya terdapat 6 eks anggota Laskar FPI atau pengawal Rizieq Shihab mati menggunakan luka tembak mayoritas pada bagian badan. 

Rizieq menilai Fadil & Dudung adalah penjahat HAM atas peristiwa yg terjadi pada rest area KM.50 Cikampek itu. "Karena, Fadil & Dudung 'Penjahat HAM' Terlibat Dalam Penyiksaan & Pembantaian 6 Laskar FPI Pengawal IB-HRS pada Rumah Penyiksaan," lanjut seruan tadi. 

Berdasarkan keterangan yg berkembang, Rizieq Shihab mengungkapkan seruan tadi waktu perwakilan kuasa hukumnya berkunjung ke Rutan Bareskrim Polri --loka Rizieq menjalani masa tahanan masalah pelanggaran protokol kesehatan-- beberapa ketika lalu. Diketahui pada masalah Unlawful Killing tadi 2 anggota kepolisan Polda Metro Jaya sebagai terdakwa yakni Brigadir Satu Fikri Ramadhan & IPDA M.

 Yusmin Ohorella. Kedua terdakwa itu, didakwa sudah melakukan penganiayaan yg menciptakan kematian secara indvidual atau beserta-sama terhadap 6 orang anggota eks Laskar FPI. "Mereka yg melakukan, yg menyuruh melakukan, & yg turut dan melakukan, menggunakan sengaja merampas nyawa orang lain," istilah jaksa pada persidangan, Senin (18/10/2021).

 Kejadian ini bermula kala Muhammad Rizieq Shihab (MRS) nir hadir pada panggilan menurut penyelidik Polda Metro Jaya atas masalah pelanggaran Protokol Kesehatan yg sekarang menjeratnya. Saat itu Polda Metro Jaya mendapati keterangan jibila pendukung Rizieq Shihab akan menggelar aksi 'putihkan' & mengepung Polda Metro Jaya buat melakukan tindakan anarkis dalam 7 Desember 2020. 

Mengetahui keterangan tadi, terdakwa Fikri Ramadhan beserta terdakwa M. Yusmin Ohorella bersama terdakwa IPDA Elwira Priadi (almarhum) mendapati perintah buat melakukan antisipasi menggunakan langkah-langkah tertutup. Tak hanya para terdakwa, masih ada saksi lain yg adalah anggota kepolisian turut melakukan pengantisipasian ini. 

Para anggota kepolisian termasuk terdakwa melakukan pengantisipasian menggunakan memakai tiga unit kendaraan beroda empat tidak selaras. "Menggunakan 3 kendaraan beroda empat yg sudah dipersiapkan sebelumnya mengikuti sepuluh unit kendaraan beroda empat rombongan Rizieq Shihab yg keluar menurut Perumahan The Nature Mutiara Sentul Kabupaten Bogor ke arah pintu tol Sentul 2," beber jaksa. 

Tetapi waktu pada ruas Jalan Tol, kendaraan beroda empat yg ditumpangi terdakwa Fikri disenggol & diserempet sang satu kendaraan beroda empat milik anggota Laskar FPI, waktu itu aksi keributan tidak terhindarkan.

 Akhirnya Bripka Faisal Khasbi Alaeya yg adalah pengemudi pada kendaraan beroda empat itu melakukan penembakan terarah & terukur kearah anggota Laskar FPI, yg menciptakan 2 anggota FPI mengalami luka pada bagian kiri & pinggang kiri, akan namun kendaraan beroda empat tadi masih terus melaju & akhirnya aksi kejar-kejaran tidak terhindarkan. 

Sesaat, kendaraan beroda empat yg ditumpangi terdakwa Fikri berada pada samping kendaraan beroda empat anggota Laskar FPI yg berpenumpang 6 orang, mereka menerima todongan senjata menurut para anggota Laskar FPI, akhirnya ketiga terdakwa melesatkan tembakan yg akhirnya menciptakan 2 anggota Laskar FPI tewas dunia.

 Tak berhenti pada situ kejar-kejaran masih terus berlangsung & waktu pada KM 50 Cikampek, kendaraan beroda empat yg dibawa Laskar FPI menabrak pembatas jalan lantaran ban pecah, & kepolisian pribadi melakukan penggeledahan. 

Tetapi, waktu ingin membawa empat anggota Laskar FPI menggunakan memakai kendaraan beroda empat tidak selaras ke Polda Metro Jaya, terjadi aksi saling rebut senjata pada pada kendaraan beroda empat Xenia yg melibatkan 3 orang terdakwa & empat orang anggota Laskar FPI. 

Aksi saling rebut bisa dilakukan lantaran waktu melalukan pengamanan, para terdakwa nir memborgol tangan paea anggota Laskar FPI. Akhirnya aksi keributan terjadi & terdakwa IPDA Elwira Priadi Z (almarhum) melakukan penembakan yg menyebabkan 4 orang anggota Laskar FPI lainnya tewas pada pada kendaraan beroda empat. 

"Bahwa dampak pernuatan melakukan penganiayaan secara beserta-sama menyebabkan matinya: Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, M Suci Khadavi Poetra," celoteh jaksa. 

Atas hal itu, jaksa menyatakan, perbuatan Fikri Ramadhan & M. Yusmin Ohorella adalah tindak pidana sebagaimana diatur & diancam pada Pasal 338 kitab undang-undang hukum pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 kitab undang-undang hukum pidana subsider Pasal 351 Ayat (tiga) kitab undang-undang hukum pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 kitab undang-undang hukum pidana.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Agan Rudy
baru saja membeli Akun Twitter Lawas 1 hour ago   Completed by Toko Anda