Kisah Sukses Baso Aci

Anak muda zaman sekarang hampir semuanya tau baso aci. Makanan khas Garut, Jawa Barat ini mudah ditemui di hampir seluruh daerah Indonesia. Baso aci sering kali menjadi pilihan makan anak muda karena isiannya yang melimpah serta kuahnya yang sedap. Selain itu, harganya juga cukup terjangkau.

Mokhammad Dandi Sepsaditri atau yang biasa dipanggil Dandi melakukan sebuah inovasi pada kuliner Nusantara di tahun 2018. Ia membuat bakso bula dari tepung aci atau kanji. Hanya dalam empat bulan sejak pertama kali mendirikan usaha Baso Aci Akang, Dandi sudah bisa merasakan antusiasme penggemar olahan aci. Kini, Ia sukses membangun lebih dari 100 outlet dan usaha lainnya dalam kurun waktu tiga tahun. Namun, semuanya tidak dengan mudah dandi dapatkan. Perlu usaha dan tekad kuat untuk meraihnya.


Mengulik perjalanan sukses Dandi selaku founder dan CEO Akang Group yang bisa kamu jadikan cerita untuk memotivasi diri dalam berusaha.

Dalam wawancara bersama Kompas.com pada Kamis (7/10/2021), Dandi membagikan cerita awal mula mendapatkan ide membuat baso aci. “Saya bisnis baso aci itu dari tahun 2018, itu berawal dari kecintaan saya makan bakso. Nah waktu saya pergi ke Garut di tahun 2015, saya nemu baso aci. Kebetulan pas itu saya masih tinggal di Bandung, pas mau buka usaha eh di Bandung sudah ada yang buka duluan. Sudah besar juga.” kata Dandi.

Melihat peluang bisnis baso aci di Bandung yang sepertinya kecil, Dandi memutuskan pindah ke Tangerang. Di sana, Ia mulai merintis baso aci dengan menggunakan modal seadanya, yaitu uang 8 juta rupiah, gerobak yang dipinjam dari tetangga, dan menyewa tempat seadanya. “Di bulan pertama dan kedua tuh masih struggle banget gitu. Di bulan ketiga, alhamdulillah tuh sudah banyak yang tahu dan bisa nabung buat endorse. Nah itu baru mulai bisa diterima baso acinya.” ujar Dandi kepada Kompas.com.

Selain tantangan untuk mengenalkan masakan khas Garut, Jawa Barat di Tangerang, Dandi juga menemui tantangan lainnya di awal membangun usaha baso aci. “Bukan hanya itu saja, tempat jualan baso aci akang yang pertama itu di dalam komplek. Exposurenya kecil banget, sedikit gitu. Dulu pesanannya juga masih online saja. Tapi setelah dapat endorse kan, dipromosikan, usaha baso aci akang mulai jalan.” papar Dandi.

Dandi juga menyebut di bulan pertama hingga kedua, ia masih menjalankan usaha baso aci akang sendiri. “Dulu ada yang bantu, saya hire pegawai yang waktu itu usianya masih muda banget. Ketemunya di pasar. Dia suka bantu angkutin belanjaan saya, akhirnya saya ajakin buat ikut saya. Cuma ternyata dia nggak betah, senang di pasar.” kata Dandi.

Di bulan awal mendirikan usahanya, Dandi yang menangani sendiri mulai dari pembuatan cilok, kuah kaldu, hingga melakukan promosi usaha. Namun Dandi menyebut saat usaha baso acinya mulai ramai, ia mulai membeli baco aci dari vendor. “Vendornya juga dari saudara sendiri, dia yang bikin cilok. Saya yang masak-masak lainnya. Tetap ada saya yang terjun ke dapur.” kata Dandi.

Walau hanya seorang diri saat awal membangun usaha baso aci, kini Dandi sukses dengan mempekerjakan hingga 1.000 orang karyawan. Seperti yang kita tahu, kesuksesan Dandi tidak didapatkan hanya sekejap mata. Perlu perjuangan dan rasa percaya akan usaha rintisan yang kelak akan besar dan membanggakan.

Dandi juga menyampaikan, kalau ada rasa hati yang senang bila usahanya sukses. Itu artinya, ia bisa membantu banyak orang dan bermanfaat bukan hanya untuk memuaskan lidah para pencinta kuliner Nusantara saja. Namun juga, terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Agan Rudy
baru saja membeli Akun Twitter Lawas 1 hour ago   Completed by Toko Anda